post image
KOMENTAR

Setelah kecelakaan di Bandara Internasional Toronto Pearson (YYZ), Delta Airlines kini menghadapi sejumlah gugatan hukum.

Pesawat Delta Air Lines yang mengalami kecelakaan itu adalah Mitsubishi CRJ-900 yang dioperasikan anak perusahaan Delta Air Lines, Endeavor Air, melayani rute penerbangan 4819. Pesawat naas itu terbalik saat mendarat dalam kondisi cuaca buruk dan angin kencang. Meskipun seluruh 80 orang di dalam pesawat selamat, 21 penumpang dirawat di rumah sakit dan banyak yang mengalami cedera serius.

Segera setelah insiden tersebut, Delta Air Lines menawarkan 30 ribu dolar AS kepada setiap penumpang sebagai tanda niat baik dan pengertian, jumlah yang pada akhirnya akan mencapai lebih dari 2,3 juta dolar AS jika semua penumpang menerimanya.

Litigasi segera dimulai, meskipun Delta dengan cepat memberikan tawaran finansial, yang menurut maskapai itu tidak disertai syarat apa pun. Gugatan hukum pertama yang diajukan dilakukan oleh DJC Law di pengadilan federal Atlanta, tempat Delta Air Lines sebagai perusahaan berkantor pusat.

Penggugat adalah seorang penumpang dari Texas, yang diwakili oleh pengacara Andres Pereira, yang mengklaim dalam pengajuan tersebut telah mengalami cedera serius, termasuk trauma leher, kepala, dan punggung saat mencoba melepaskan sabuk pengaman dan jatuh dari tempat duduknya saat pesawat dalam keadaan terbalik, menurut Forbes. Jet tersebut, menurut pengajuan tersebut, tergantung terbalik sementara bahan bakar jet bocor menimpanya, sesuatu yang menyebabkan cedera fisik yang parah dan tekanan emosional yang berkepanjangan.

Kode IATA/ICAO: DL/DAL

Jenis Maskapai: Maskapai Layanan Penuh

Hub: Bandara Internasional Boston Logan, Bandara Wayne County Metropolitan Detroit, Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, Bandara Internasional Los Angeles, Minneapolis-St. Bandara Internasional Paul, Bandara JFK New York, Bandara LaGuardia, Bandara Internasional Salt Lake City, Bandara Internasional Seattle-Tacoma

Tahun Berdiri: 1929
Aliansi: SkyTeam
CEO: Ed Bastian
Negara: Amerika Serikat

Gugatan ini menuduh adanya kelalaian dari pihak Delta Air Lines melalui anak perusahaannya, dan menunjukkan bahwa protokol yang tidak tepat yang dijalankan oleh awak pesawat turut menyebabkan kecelakaan tersebut.

Hal ini sangat bertentangan dengan perkataan CEO Delta, Ed Bastian, yang sebelumnya memuji kinerja awak pesawat dan menyatakan bahwa mereka bertindak heroik. Pada akhirnya, para ahli hukum perlu menganalisis dengan saksama apa yang menyebabkan insiden tersebut untuk menentukan secara pasti apakah Delta merupakan pihak yang lalai.

Kerangka hukum untuk gugatan yang diajukan terhadap maskapai penerbangan berasal dari Konvensi Montreal tahun 1999, sebuah perjanjian internasional yang menetapkan dalam keadaan apa maskapai penerbangan bertanggung jawab ketika seorang penumpang terluka atau meninggal dalam penerbangan internasional.

Berdasarkan Konvensi Montreal, penumpang berhak menuntut ganti rugi hingga 200 ribu dolar AS tanpa bukti bahwa maskapai lalai, menurut CNN. Jika penggugat dapat membuktikan kelalaian di pihak maskapai, potensi ganti rugi yang dapat diberikan dapat tidak dibatasi.

Firma hukum penerbangan, termasuk Romanucci & Blandin, Kreindler & Kreindler, dan Corboy & Demetrio semuanya telah dikontrak atau ditunjuk oleh berbagai kelompok penumpang, sesuatu yang menunjukkan bahwa tuntutan hukum tambahan terhadap Delta kemungkinan akan segera terjadi. Banyak ahli hukum telah menyarankan bahwa penumpang, bahkan mereka yang tidak terluka secara fisik akibat insiden tersebut, akan berhak menuntut ganti rugi atas trauma psikologis dan kecemasan yang diakibatkan oleh pengalaman mengerikan ini.

Meskipun Delta Air Lines menawarkan ganti rugi sebesar 30 ribu dolar AS kepada penumpang, banyak ahli hukum percaya bahwa hal ini kemungkinan tidak akan menghalangi tindakan hukum, terutama bagi penumpang yang menderita cedera jangka panjang. Peluncuran tawaran ini yang relatif cepat telah dilihat sebagai sebuah isyarat belas kasih (mungkin dirancang untuk mengurangi publisitas negatif), terutama karena maskapai penerbangan sering menghadapi kritik setelah terjadinya insiden terkait keselamatan.


4 Fakta Penting Pemeliharaan Pesawat

Sebelumnya

Penerbangan Perdana ke Indragiri Hulu

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews