Badan SAR Selandia Baru telah memesan empat helikopter Airbus H145 untuk mendukung operasi layanan medis darurat (emergency medical services/EMS).
Helikopter canggih ini akan memperkuat armada milik SRSL yang kini terdiri dari pesawat H145 dan BK117, sehingga semakin meningkatkan kemampuannya dalam melayani masyarakat di seluruh negeri.
“Di Airbus, kami bangga dapat mendukung upaya penyelamatan nyawa di Selandia Baru. Layanan Medis Darurat dengan Helikopter (Helicopter Emergency Medical Services/HEMS) berperan penting di negara ini, mengingat medan yang menantang dan banyaknya komunitas terpencil yang sulit dijangkau,” ujar Christian Venzal, Managing Director Airbus Helicopters di Australia dan Selandia Baru.
“Integrasi helikopter H145 ke dalam operasi SRSL mencerminkan visi bersama kami dalam memanfaatkan solusi helikopter canggih untuk meningkatkan kemampuan merespon berbagai kejadian, sekaligus meningkatkan standar keselamatan,” sambungnya.
Venzal juga mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk terus mendukung mitra kami dengan memberikan perangkat yang mereka butuhkan untuk menghadapi kompleksitas misi mereka, serta memastikan layanan medis yang cepat, andal, efisien, dan aman bagi yang membutuhkan.
Helikopter H145 dikenal karena keandalan, fleksibilitas, dan teknologi canggih, menjadikannya pemimpin pasar untuk misi HEMS. Helikopter ini ditenagai oleh dua mesin Safran Arriel 2E dan dilengkapi kabin luas serta rangkaian avionik Helionix yang canggih, sehingga sangat ideal untuk menghadapi kondisi medan yang menantang dan misi darurat yang membutuhkan waktu respons cepat di kawasan Australasia. Selain itu, helikopter ini memiliki emisi CO₂ terendah dibandingkan pesaingnya.
"Helikopter H145 mengusung teknologi terbaru, termasuk desain kokpit canggih dengan human machine interface (HMI) modern, sistem avionik Helionix, serta rotor ekor anti-torsi Fenestron. Avionik Helionix Airbus, yang terhubung ke wACS, menawarkan keunggulan dalam perlindungan batas penerbangan (flight envelope), bantuan pilot, serta efisiensi dalam transfer data. Dengan meningkatkan kesadaran situasional, sistem ini memberikan tingkat keselamatan penerbangan yang belum pernah ada sebelumnya. Helionix juga memenuhi standar avionik internasional terbaru dengan sistem peringatan dan pemantauan otomatis yang inovatif."
Saat ini, terdapat sekitar 1.740 helikopter Keluarga H145 yang beroperasi di seluruh dunia, mencatatkan lebih dari delapan juta jam terbang. Secara global, hampir 600 helikopter H145 telah digunakan untuk misi layanan medis darurat.
KOMENTAR ANDA